Minggu, 07 Agustus 2011

PILIHAN TERBAIK

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Masalah pilihan adalah masalah yang sangat penting di dalam kehidupan kita. salah memilih berarti salah melangkah. Akibat pilihan yang salah, seringkali membuat seseorang mengalami penyesalan seumur hidup. Salah memilih teman, salah memilih pacar, salah memilih pasangan hidup dan salah memilih tujuan hidup akan mengalami penyesalan seumur hidup. Apabila salah dalam memilih Tuhan yang harus disembah, maka tidak ada penyesalan dialami. Yang ada adalah perapian yang menyala-nyala.

Selama hidup di dunia, kita diberikan pilihan antara maut dan kehidupan, tetapi seringkali kita lebih memilih maut daripada kehidupan. Ada begitu banyak orang lebih memilih menghujat daripada dihujat. Pilihan yang terbaik yang dirasakan adalah kenyaman dan keamanan selama berada di dunia daripada kenyamanan dan kedamaian ketika berada di Sorga kelak.

Memilih memang tidak semudah mengucapkannya. Disini dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketaatan. Ada keraguan ketika seseorang memilih yang terbaik untuk dirinya apakah memang pilihannya adalah benar atau tidak. Untuk memilih dibutuhkan hati yang teguh dan tidak bimbang. Kalau kita telah memilih Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka ada konsekuensi yang harus diterima yaitu ikut menderita bersama dengan Dia. Tetapi jangan kuatir karena Yesus telah berjanji akan menyertai kita sampai akhir jaman (Matius 28:20). Kita tidak perlu takut akan ancaman yang menghadang karena Yesus juga telah berjanji bahwa tidak sehelaipun dari rambut kepala kita akan hilang. (Lukas 21:18). Kalau Yesus telah mengatakan pemeliharaan dan penyertaanNya terhadap kita, jadi, mengapa kita harus takut memilih Dia? Katakanlah bahwa kita akan tetap taat dan setia untuk beribadah hanya kepadaNya sampai maut menjemput karena Yesus adalah pilihan terbaik yang telah kita ambil. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (08082011)

Kamis, 04 Agustus 2011

MINTALAH, MAKA AKAN DIBERIKAN

Matius 6:13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Pencobaan yang terjadi terhadap diri seseorang bukanlah karena Tuhan yang mencobai dirinya. Ada begitu banyak anggapan keliru dari orang-orang yang tidak mengerti kebenaran firman Tuhan yang mengatakan bahwa masalah dan pencobaan yang terjadi atas dirinya adalah karena Tuhan telah memberikan percobaan yang begitu besar.

Kalau kita mencermati firman Tuhan yang dikatakan Yakobus, jelas dikatakan bahwa Tuhan tidak dapat dicobai yang jahat dan Ia sendiri tidak pernah mencobai siapapun (Yakobus 1:13). Tuhan hanya mengijinkan pencobaan terjadi atas diri seseorang, karena usaha si Jahat yang tidak kenal lelah untuk menjatuhkan umat Tuhan seperti yang terjadi dalam diri Ayub (Ayub 1:9-11). Iblis berusaha menjatuhkan iman orang percaya melalui pencobaan sehingga rasa percaya kita kepada Tuhan menjadi hilang.

Orang percaya harus tahu bahwa pencobaan yang terjadi atas diri kita bukanlah karena Tuhan yang melakukannya. Dia mengijinkan segala sesuatu terjadi atas diri seseorang karena ada perkara besar yang sedang menanti yaitu akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan oleh Tuhan kepada barangsiapa yang mengasihi Dia (Yakobus 1:12). Pencobaan itu datangnya dari si Jahat. Itu sebabnya, ketika masalah datang menerpa, kita meminta kepada Bapa di Sorga agar Dia memberikan kita kekuatan sehingga kepercayaan kita kepadaNya tidak menjadi luntur. Selanjutnya kita juga meminta kepada Bapa agar melepaskan kita dari si Jahat sehingga si Jahat tidak berlarut-larut mengacaukan kehidupan kita. Mintalah, maka akan diberikan kepada kita (Mat 7:7). Ketika kita meminta melalui doa yang tiada jemu, maka Tuhan akan membebaskan dan melepaskan kita dari si Jahat dan permasalahan yang dialami akan menemukan jalan keluar. Terpujilah nama Tuhan.  Amin. (05082011)

Rabu, 03 Agustus 2011

BERILAH MAKA KAMU AKAN DIBERI

Matius 6:12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Kita seringkali berlaku egois terhadap sesama dan kepada Tuhan. Di satu sisi, kita menginginkan agar Tuhan mengampuni diri kita dan Dia mau menerima kita apa adanya. Tetapi di sisi lain, kita tidak mau mengampuni  orang lain dan tidak mau menerima orang tersebut apa adanya. Keegoisan ini yang sering menjadi batu sandungan bagi kita untuk dapat melangkah maju bersama dengan Tuhan.

Kita mungkin berkata bahwa kita tidak mungkin memaafkan dan mengampuni tetangga sebelah rumah yang telah menghancurkan kehidupan kita. Kita mungkin berkata bahwa tidak mungkin menerima orang yang telah menghancurkan masa depan kehidupan kita. kita juga mungkin berkata bahwa kita tidak bisa memaafkan orang tua yang telah menyia-nyiakan kehidupan kita sejak kecil. Dan kita mungkin berkata bahwa tidak mungkin bisa memaafkan istri atau suami yang telah berselingkuh dan lain sebagainya.

Apabila kita bersikap demikian yang tidak mau mengampuni, maka seharusnya juga kita bercermin diri bahwa Tuhan yang maha mengetahui itu tidak akan mau juga mengampuni kita. Ini adalah acuan kita di dalam meminta pengampunan kepada Tuhan. Kalau kita mau mengampuni, maka Tuhan yang adalah maha pengampunan akan memberi pengampunan kepada kita. Sebaliknya, apabila kita tidak mau mengampuni maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita. Tuhan akan berkata, bagaimana mungkin kita bisa berdamai dengan Tuhan yang tidak kelihatan apabila dengan sesama yang kelihatan saja kita tidak dapat berdamai dan saling memberi pengampunan? Berilah pengampunan, maka Tuhan akan memberikan pengampunan. Sebenarnya pengampunan itu telah ada tersedia bagi kita, namun semuanya itu tidak akan dapat diterima dan akan terganjal apabila masih ada kepahitan, dendam, dan ketidakrelaan dalam kehidupan kita. Berilah dan kamu akan diberi (Luk 6:38). Sulit? Coba lakukan dan buktikan sendiri, maka kasih karunia Tuhan akan melingkupimu. Terpujilah nama Tuhan. Amin.  (04082011)

Selasa, 02 Agustus 2011

SEGALA SESUATU TELAH DISEDIAKAN

Matius 6:11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Ada begitu banyak orang beranggapan bahwa apabila memiliki persediaan uang yang banyak dan tidak habis tujuh turunan, maka hidupnya akan bahagia. Itu sebabnya mereka berdoa agar diberikan hidup yang berkelimpahan didalam hal materi, punya jabatan yang tinggi dan memiliki harta yang melimpah. Kondisi ini yang selalu diidam-idamkan dan dianggap hidup ideal oleh banyak orang.

Namun Yesus tidak mengajarkan hal demikian. Yesus mengajarkan agar berdoa dan meminta kepada Bapa di sorga kebutuhan jasmani yang secukupnya. Tidak lebih dan tidak kurang. Kita diajarkan agar percaya kepada Bapa di sorga yang akan menyediakan segala sesuatu keperluan hidup kita hari lepas hari sehingga tidak perlu kuatir akan hari esok. Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita.

Itulah hidup orang percaya yaitu hidup yang berdasarkan iman (Ibrani 11:1). Kita percaya bahwa kebutuhan hidup yang diperlukan akan selalu tersedia. Memang pada saat kita tidak memerlukannya, hal demikian tidak ada di depan mata. Namun ketika kita membutuhkannya, Tuhan akan menyediakan tepat pada waktunya. Dengan cara yang ajaib yang tak pernah terlihat oleh mata dan tak terdengar oleh telinga, Tuhan menyediakan. Dia mencukupkan segala sesuatu keperluan kita.  Tak pernah terlambat pertolonganNya. Di saat kita memerlukan uang untuk sekolah anak, Tuhan akan menyediakan. Di saat kita kehabisan cara untuk menyelesaikan masalah, Tuhan akan memberikannya. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Asal satu hal yang perlu diingat, kita harus setia dan taat kepadaNya, maka berkat-berkat Tuhan akan tercurah kepada kita.  Terpujilah nama Tuhan. Amin. (03082011)

Senin, 01 Agustus 2011

JADILAH KEHENDAKMU

Matius 6: 10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Selama seseorang hidup di dunia ini, keinginan daging selalu lebih dominan daripada keinginan roh. Kita selalu berpedoman kepada hal yang tampak  secara kasat mata sehingga kita selalu diliputi rasa kuatir, rasa cemas, dan takut apabila keinginan kedagingan ini tidak terpenuhi. Itu sebabnya orang selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan hidupnya agar terhindar dari rasa cemas, kuatir dan takut. Segala cara dilakukan asal semuanya dapat tercapai. Ini semua terjadi karena keinginan kedagingan kita masih berdaulat atas kehidupan dan kita tidak tahu bahwa hal itu adalah salah.

Itu sebabnya ketika Yesus datang ke dunia ini, Dia mengajarkan agar terlebih dahulu mengundang hadirat Tuhan agar kerajaan Sorga melingkupi kehidupan kita. Ketika Kerajaan Sorga datang dan berkuasa atas kehidupan kita, maka Tuhan-lah yang berdaulat atas diri kita sehingga kita dapat berkata kehendakMu lah yang jadi di bumi seperti di Sorga dan semua kebutuhan yang menyangkut kehidupan kita akan dipenuhiNya.

Inilah yang harus dipahami oleh orang percaya agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Tuhan. Ada begitu banyak orang salah berdoa karena memaksakan kehendak diri sendiri kepada Tuhan. Menganggap bahwa dirinya yang berkuasa dan berdaulat atas Tuhan sehingga kehendak diri yang harus jadi. Kita yang tidak berarti dan tidak memiliki kuasa, hendak menunjukkan kekuasaan di hadapan Tuhan yang mahakuasa. Kita berlaku sombong dan arogan. Padahal kita tidak mengerti apa yang kita minta. Seharusnya kalau kita mengenali diri sendiri yang serba terbatas, kita harus datang kepada Tuhan yang tiada batas itu dengan hati yang merendah. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepadaNya, tetapi biarlah kehendak Tuhan yang jadi atas kita karena Dia tahu segala kebutuhan dan masa depan kita. Oleh karena itu, mari kita katakan kepadaNya :”Jadilah KehendakMu”, sehingga kita dapat melihat begitu besar karya Tuhan atas kehidupan kita. Terpujilah nama Tuhan. (02082011)