Senin, 15 Agustus 2011

SEMUA MANUSIA PUNYA MASALAH


Ayub 7:1 ¶  "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

Ayub mengatakan bahwa hidup itu berat dan penuh perjuangan. Manusia harus bergumul di dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak ada manusia yang hidup tanpa beban, tidak ada manusia yang tanpa masalah, semuanya memiliki masalah. Selama manusia hidup, selama itu pulalah masalah akan menimpa dirinya. Mulai di dalam kandungan sampai ajal tiba, semua ada masalahnya.

Kita tidak dapat berkata bahwa orang lain yang kelihatan hidup berkecukupan, penuh dengan harta yang melimpah, punya keluarga yang harmonis, punya jabatan yang tinggi dan lain sebagainya tidak memiliki masalah. Besar kecil masalah, tergantung pada orang yang mengalaminya. Ayub yang mengalami permasalahan yang cukup besar menurut kaca mata orang lain karena ditimpa musibah yang bertubi-tubi, mulai dari kehilangan harta, kematian anak sampai dijauhi oleh teman dan saudara, tidak memandang hal-hal tersebut sebagai sebuah masalah yang sangat besar yang harus dihindari. Justru dia semakin dekat dengan Tuhan.

Inilah yang perlu kita pahami bahwa setiap orang pasti memiliki masalah. Tidak ada manusia yang tanpa masalah. Bahkan tokoh-tokoh alkitab yang diceritakan memiliki iman yang besar sekalipun memiliki masalah. Sekarang tergantung kita bagaimana harus menyikapi setiap masalah. Setiap masalah harus disikapi dengan penuh sukacita, dengan doa dan pengharapan kepada Tuhan. Kita harus yakin bahwa setiap masalah pasti dapat kita tanggung dan setiap masalah pasti punya jalan keluar. Kita harus selalu bersandar dan berharap kepada Tuhan karena  oleh Dialah kita mampu untuk menghadapi semuanya. Tuhan akan menopang sehingga kita menjadi kuat, Tuhan akan bertindak sehingga kita menjadi menang, Tuhan berfirman sehingga kita menjadi yakin dan kuasa firmanNya akan memberikan kita damai sejahtera serta Tuhan akan memelihara sehingga kita menjadi aman. Oleh karena itu, mari sikapi setiap masalah dengan penuh sukacita, dengan doa dan perngharapan kepada Tuhan sehingga kita selalu mampu untuk menghadapinya. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (16082011)

Minggu, 14 Agustus 2011

HIDUP BERSAMA DENGAN YESUS


1 Tesalonika 5:9-10  Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

Tuhan tidak pernah menetapkan seseorang untuk ditimpa murka, tetapi untuk menerima karunia keselamatan di dalam Yesus Kristus. Begitu besarnya kasih Tuhan kepada manusia sehingga Dia mengaruniakan Yesus Kristus agar setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

Keselamatan sudah diberikan kepada manusia, tetapi manusia tetap tidak mau percaya kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan. Ada begitu banyak orang telah mendengar dan mengetahui bahwa Juru selamat telah datang ke dunia, namun mereka hanya sekedar mengetahui dan tidak mau percaya serta tidak mau mengenal Dia lebih dekat lagi. Barangsiapa percaya akan selamat, namun bagi mereka yang tidak percaya, kebinasaan telah menanti.

Sebagai orang yang telah percaya kepada Tuhan, kita harus memahami bahwa Tuhan telah menetapkan kita untuk selamat. Keselamatan sudah ada di dalam kehidupan orang percaya sehingga kita harus selalu berada bersama-sama dengan Dia. Kita tidak bisa berlaku seperti orang pada umumnya yang hanya mengetahui tentang Yesus Kristus tetapi tidak mengenal Dia lebih dekat. Mengetahui berbeda dengan mengenal. Mengetahui berarti hanya tahu tentang Yesus namun tidak secara dekat. Mengenal berarti kita tidak hanya sekedar tahu, tetapi lebih dalam lagi mengenal kehendakNya, memahami rencanaNya, dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat yang akan membawa kita kepada keselamatan kekal. Itu sebabnya orang-orang yang percaya kepada Kristus hidupnya harus selalu di dalam Yesus sehingga entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia dan keselamatan adalah bagian dari hidup kita. Oleh sebab itu, kenalilah Yesus lebih dalam dan hiduplah bersama-sama dengan Dia sehingga keselamatan kekal akan menjadi bagian hidup kita. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (15082011)

Jumat, 12 Agustus 2011

HARGAILAH KASIH KARUNIA TUHAN


2Kor 6:1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Tuhan, yang telah kamu terima.

Kasih Tuhan tidak dapat diukur dan dinilai dengan apapun juga. Karena tidak dapat diukur dan dinilai, maka kita tidak dapat membalas kebaikan Tuhan dengan segala yang dimiliki. Kita tidak dapat membalasnya dengan uang yang dimiliki, tidak dapat membalasnya dengan harta yang melimpah, tidak dapat membalasnya dengan waktu dan segala yang ada pada kita.

Namun demikian, seringkali kita menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan yang begitu besar. Kita tidak mau datang beribadah kepadaNya sebagai ucapan syukur atas segala sesuatu yang telah Dia berikan. Kita tidak mau melakukan apa yang menjadi kehendakNya. Bahkan tragisnya, kita menjual kasih karunia Tuhan yang tidak terukur dan tak ternilai itu dengan menjauhkan diri daripadaNya. Kita menjualNya hanya dikarenakan kawin dengan perempuan atau pria yang tidak beriman, kita menjualNya hanya karena sebuah jabatan, kita menjualNya hanya karena sesuap nasi dan lain sebagainya.

Sebagai orang yang telah diselamatkan dan telah menerima kasih karunia Tuhan, kita harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Kita harus menghargai kasih karunia Tuhan dengan mau beribadah dengan taat, setia, dan tidak menjual kasih karunia hanya karena adanya sebuah masalah. Janganlah kita menjauhkan diri kasih karunia Tuhan, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang (Ibrani 12:15). Kalau kita menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan, maka akan membuat kita mudah mengalami kepahitan, bersungut-sungut, kecewa, gampang marah dan tidak mau mengucap syukur.  Ingatlah, bahwa kasih karunia keselamatan yang diberikan Tuhan begitu besar dan  gratis kepada manusia, namun kasih karunia tidak menjadi murahan yang dapat disepelekan dan disia-siakan sedemikian rupa. Oleh karena itu, mari menghargai kasih karunia yang telah diberikan Tuhan kepada kita dengan ucapan syukur yang memuliakan Tuhan dan mau beribadah kepadaNya dengan taat dan setia, sehingga kita tidak mudah mengalami kepahitan, kekecewaan dan lain sebagainya. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (12082011)

Rabu, 10 Agustus 2011

JAUHILAH YANG JAHAT DAN LAKUKANLAH YANG BAIK

Mazmur 37:27-28  Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, sebuah perintah yang kedengaran enak dan mudah namun sulit untuk diterapkan. Dengan kata lain, mudah untuk mengatakan kepada seseorang agar dia mau melakukan sesuatu yang baik dan menjauhi yang jahat. Pada umumnya, seseorang bisa melakukan yang baik kepada orang lain apabila orang lain berbuat baik juga kepada dirinya. Bagaimana bila sebaliknya?

Ada begitu banyak orang mampu dan bisa untuk melakukan kebaikan kepada orang yang berbuat baik kepadanya namun tidak mampu untuk berbuat kebaikan kepada orang yang tidak baik kepadanya. Hati terasa tidak bisa menerima perlakuan seseorang yang semena-mena terhadap dirinya sehingga harus tetap teringat kepada masa lalu yang begitu memilukan dan berdampak kepada tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang yang menyakitinya.  

Orang yang tidak mampu berbuat kebaikan kepada orang yang telah menyakitinya adalah orang yang tidak tinggal di dalam kasih karunia Tuhan. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena kasih Tuhan telah nyata dimana Dia mau mengorbankan hidupnya untuk orang berdosa. Apabila kita tinggal di dalam kasih Tuhan, maka kebaikan Tuhan yang telah ditunjukkan kepada kita akan menjadi bagian kita sehingga mampu untuk memberikan kebaikan kepada orang yang berbuat jahat kepada kita. Bilamana kita telah berbuat baik kepada orang lain, namun orang tersebut tetap berbuat jahat kepada kita, kita harus tetap berbuat baik karena hal ini adalah tuntutan hukum Tuhan terhadap umatnya. Bila kita tidak lagi berbuat baik berarti kita telah meninggalkan kasih karunia Tuhan dan pada akhirnya kita tidak lagi tetap tinggal di dalam diriNya. Kita menjadi orang yang egois yang jauh dari kasih karunia Tuhan. Menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, akan membuat kita tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan. Terpujilah nama Tuhan.Amin. (11082011)

Senin, 08 Agustus 2011

BERSABAR DALAM MENANTI JAWABAN DOA


1Taw 17:25 Sebab Engkau, ya Tuhanku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.

Dalam berdoa, seringkali kita menganggap bahwa doa yang disampaikan tidak dijawab oleh Tuhan. Kita merasaTuhan tidak mau campur tangan dan tidak mau segera menjawab doa yang disampaikan. Kita menjadi apatis dan putus asa atas segala hal yang menimpa kehidupan kita karena sudah lama berdoa, tetapi belum juga memperoleh jawaban.

Keadaan ini dikarenakan orang percaya yang berdoa kepada Tuhan tidak memahami dan tidak mengerti keberadaan Tuhan yang sesungguhnya. Sebenarnya, apabila doa disampaikan dengan benar kepada Tuhan, artinya doa atas sesuatu yang sungguh-sungguh merupakan kebutuhan, maka Tuhan sebenarnya telah memberikannya. Asal satu hal yaitu, kita percaya bahwa ada janji Tuhan yang telah dinyatakan kepada kita dan janji itu adalah ya dan amin.

Tuhan sudah berjanji akan memelihara kehidupan kita, Dia berjanji akan menyertai kita, Dia berjanji akan memberikan apa yang kita pinta, dan lain sebagainya. Kalau kita sudah tahu janji Tuhan terhadap diri orang percaya, sekarang masalahnya adalah kesabaran untuk menanti janji itu. Ketika berdoa, kita diharapkan dapat bersabar untuk menantikan jawaban Tuhan.  Sampai kapan? Ada tenggang waktu yang Tuhan telah berikan kepada kita yaitu tenggang waktu yang tidak melebihi kemampuan orang percaya (1 Korintus 10:13). Dia tahu kapan saatnya memberi jawab atas doa yang disampaikan dan Dia tahu hal yang terbaik buat kehidupan kita. Ketahuilah bahwa TUHAN telah menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya, sehingga apabila kita jatuh, tidak akan sampai tergeletak dan apabila kita memiliki masalah, Dia tak akan membiarkan kita sendirian tanpa ada jalan keluar (Mzm 37:23-24). Jadi, tunggu apalagi? Tetaplah berdoa dengan tiada jemu sampai Tuhan memanggil kita. Bersabarlah menunggu jawaban atas segala pergumulan hidup yang disampaikan melalui doa. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (09082011)