Kamis, 12 April 2012

FRIDAY THE 13TH


FRIDAY THE 13TH

Wahyu 3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Yang dinamakan “Hari” , yang dimulai dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu, seringkali diperlakukan orang sebagai hal yang baik atau mungkin hal yang jahat atau sial. Itu sebabnya, orang yang masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang seringkali berpatokan pada hari tertentu untuk menentukan sebuah kegiatan atau sebuah hajatan pesta.  Kebanyakan orang Indonesia mengenal hari yang menyeramkan bila jatuh pada malam Jumat Kliwon. Orang barat mengenal hari sial yang dinamakan Friday The 13th. Namun apakah pada kenyataannya memang ada hari sial atau hari malang atau sebaliknya hari yang baik?

Sebenarnya, tidak ada hari sial dan tidak ada hari baik. Hanya bagi seseoranglah yang memang pada satu hari dia ketibaan sial atau mungkin ketibaan hal yang baik menjadikan dia berpikiran bahwa hari itu memang sial atau baik buat dia. Kita tidak perlu takut terhadap satu hari yang menurut orang lain adalah hari sial termasuk hari “FRIDAY THE 13TH”,  Kita tidak perlu kuatir terhadap satu hari yang namanya malam Jumat Kliwon, atau malam 1 Suro dan lain sebagainya. Semuanya adalah tipuan-tipuan Iblis yang berusaha menakut-nakuti manusia.

Satu hal yang perlu diketahui dan perlu diwaspadai adalah satu hari yang dinamakan “AKHIR ZAMAN”. Kenapa? Karena menurut firman Tuhan, pada hari inilah akhir dari segala sesuatu yang telah ditentukan oleh Tuhan. Kita tidak tahu bilamana hari yang dimaksud akan terjadi namun hal ini jangan membuat kita takut. Karena itulah firman Tuhan mengatakan kepada  kita agar berjaga-jaga dan bukan agar menjadi takut. Kita harus mempersiapkan diri sedemikian rupa agar telah siap sedia menyambut kedatangan Yesus kali yang kedua pada akhir jaman. (Matius 25:44). Kita harus menjadi hamba yang setia seperti yang diumpamakan oleh Yesus dalam Matius 25:45-51 yang didapati tuannya melakukan tugasnya ketika tuannya datang, kita harus menjadi bijaksana seperti lima gadis yang bijaksana yang mempersiapkan minyak ketika menantikan tuannya dalam perjamuan kawin (Matius 25:1-13), dan kita harus menjadi hamba yang mau mengembang talenta yang dipercayakan oleh tuannya dan setia terhadap perkara yang kecil (Matius 25:14-30) dan lain sebagainya. Kalau kita sudah siap sedia, maka tidak akan ada lagi ketakutan menghadapi akhir jaman karena kita percaya bahwa Yesus Kristus akan mempersilahkan kita untuk masuk dalam kebahagian yang telah disediakanNya bagi kita. Kita tidak perlu takut kepada hari FRIDAY THE 13TH dan hari-hari lain yang dianggap kebanyakan orang menakutkan, tapi waspada dan berjaga-jagalah terhadap akhir zaman pada saat kedatangan Yesus kali yang kedua karena pada saat itulah saat yang sangat menentukan kehidupan kita kelak.  Terpujilah nama Tuhan. Amin (13042012)

Rabu, 11 April 2012

JAMINAN HIDUP KEKAL


JAMINAN HIDUP KEKAL

Lukas 24:21  Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

Kehadiran Yesus Kristus di tengah masyarakat Israel yang tengah di jajah bangsa Roma memberikan satu pengharapan bagi mereka akan adanya seorang pembebas yang akan membebaskan mereka dari belenggu penjajahan. Tetapi harapan tersebut pupus dengan segera karena ternyata Yesus harus mati di kayu salib yang menurut mereka sangat mengenaskan. Kesedihan, kekecewaan, putus pengharapan  dan lain sebagainya menyelimuti hati para murid karena pikir mereka tidak akan ada lagi pemimpin yang akan bisa membawa mereka kepada kemerdekaan. Harapan mereka yang bersifat jasmani terhadap Yesus yaitu membebaskan mereka dari belenggu penjajahan bangsa Roma, sangat kontras dengan misi Yesus sendiri yang bersifat rohani untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Kondisi ini seringkali juga terjadi bagi kehidupan kita. Kita selalu memiliki harapan kepada Yesus akan adanya berkat-berkat jasmani apabila dekat dengan Dia. Di dalam hidup bersama dengan Yesus yang ada dalam pikiran kita adalah semakin diberkati dengan jabatan, semakin kaya, semakin sehat, semakin hebat, semakin terkenal dan lain sebagainya. Kita berharap Yesus melakukan hal tersebut untuk kita karena berpikir Dia sanggup melakukan hal itu dan karena berpikir bahwa umat Tuhan akan menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, akan tetap naik dan bukan menjadi turun (Ul 28:13). Kita menaruh pengharapan kepada Yesus hanya sebatas kepuasan fisik yang bersifat binasa. Sementara itu kita mengabaikan akan adanya kesiapan kita untuk menantikan kedatangan Yesus kali yang kedua.

Hal ini memang tidak bisa dipungkiri karena kenyataannya memang begitu. Pada masa sekarang ini ada begitu banyak ajaran yang mengajak kita untuk sukses bersama dengan Yesus. Kalau tidak sukses berarti belum dekat dengan Yesus. Kalau belum kaya, kalau belum memiliki jabatan dan kalau sakit-sakitan dan lain sebagainya, berarti kita jauh dari Yesus. Kita harus segera menyadari bahwa mengikut Yesus bukan hanya sekedar memperoleh berkat jasmani, tetapi lebih dari pada itu kehidupan kita setelah mengalami kematian telah dijamin oleh Yesus akan bersama-sama dengan Dia di Kerajaan Sorga. Kematian memang telah membuat semua murid Yesus termasuk kita kehilangan pengharapan. Tetapi kebangkitan Yesus dari kematian dimana Dia telah mengalahkan kuasa maut, telah memberikan kita harapan baru. Kuasa kebangkitan Yesus telah memberikan keyakinan kepada umat Tuhan bahwa umat Tuhan PASTI MASUK SURGA. Kebangkitan Yesus dari kematian telah membuktikan setiap perkataanNya sebelum mati dan membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Inilah yang harus kita pegang dan imani sehingga pikiran kita tidak tertuju hanya kepada berkat jasmani tetapi kepada jaminan hidup kekal yang telah diberikan Yesus kepada kita. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (12042012)

Selasa, 10 April 2012

TIADA TERUKUR KASIH TUHAN


TIADA TERUKUR KASIH TUHAN

Roma 12: 1 ¶  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Yesus Kristus telah mengorbankan nyawaNya untuk menebus dosa umat manusia. Dia telah rela mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga dengan maksud untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas maut. Semua telah dilakukanNya dan Dia telah menang terhadap kuasa Iblis serta maut tidak berkuasa lagi atas Dia dan orang-orang yang percaya kepadaNya. Keselamatan telah diberikan kepada manusia yang percaya kepadaNya.

Sekarang keselamatan telah ada di depan mata. Jalan menuju Sorga telah diperkenalkan  kepada kita melalui Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menebus dosa kita dan membayar lunas dengan darahNya yang mahal.  Lantas apa yang harus dilakukan?  Dengan apakah kita membalas kebaikan Tuhan? Dengan harta kita? dengan uang kita? dengan jabatan kita? Semuanya memang baik untuk dipersembahkan kepada Tuhan.  Tetapi ada yang lebih baik yang Tuhan inginkan dari kita yaitu tubuh, jiwa dan roh serta segenap hidup kita dipersembahkan untuk Tuhan. 

Coba kita bandingkan pengorbanan Yesus dengan pengorbanan yang kita berikan kepadaNya. Tidak akan pernah sebanding. Jadi jangan perrnah menganggap bahwa uang, harta, kekayaan, jabatan bahkan nyawa yang kita berikan akan dapat membalas kebaikan Tuhan Yesus. Jangan pernah menganggap bahwa persembahan persepuluhan, persembahan untuk pembangunan gereja, dan persembahan-persembahan lainnya yang kita sisihkan dari sebagian harta kita telah sebanding dengan pengorbanan Yesus. Tiada hal yang dapat mengukur kasih setia Tuhan kepada kita. Kita harus selalu merenungkan dan mengingat betapa besarnya kasih Tuhan itu kepada kita sehingga kita dapat memutuskan bahwa seluruh hidup kitalah yang harus dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada Tuhan.Kalau tubuh kita dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup kepada Tuhan, maka hidup kita harus diperbaharui dan harus selalu kudus di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, mari kita menghargai pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib dengan mempersembahkan seluruh hidup kita kepadaNya karena memang tidak ada lagi yang dapat kita berikan untuk menyamai pengorbananNya. Renungkanlah hal ini.  Terpujilah nama Tuhan. Amin. (11042012)

Senin, 09 April 2012

KRISTEN KTP


KRISTEN KTP

Lukas 24:15-16  Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.  Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Menjadi orang Kristen belum tentu mengenal Yesus secara pribadi. Ada begitu banyak orang mengaku sebagai orang kristen dan mengaku sebagai pengikut Yesus, tetapi tidak mengenal siapa Yesus sebenarnya. Orang-orang kristen seperti ini lebih banyak menjadi orang kristen yang dinamakan orang Kristen Tanpa Pertobatan alias Kristen KTP.  Di KTP beragama Kristen yang berarti pengikut Kristus,  tetapi tidak mengenal siapa yang diikutinya dan tidak mengenal siapa yang dipercayanya. Kebanyakan orang-orang seperti ini adalah orang Kristen yang menjadi Kristen karena kelahiran atau karena perkawinan.

Orang-orang Kristen yang tidak mengenal Yesus secara pribadi sama seperti murid-murid yang berjalan bersama dengan Yesus menuju Emaus seperti diceritakan oleh Injil Lukas diatas. Murid-murid sama sekali tidak mengenal teman bicara mereka yang adalah Yesus sendiri. Bayangkan betapa mata mereka tertutup dan tidak bisa melihat serta mengenal orang yang berjalan bersama dengan mereka. Dalam hal ini ada beberapa kemungkinan yang terjadi dalam hidup mereka yaitu : tidak pernah tahu apa yang telah dibuatkan oleh para nabi, tidak percaya apa yang dikatakan para nabi, atau mereka lupa yang telah dikatakan oleh para nabi.

Jangan sampai hal ini terjadi dengan kehidupan kita. Cukuplah kejadian ini hanya menimpa kedua murid tersebut. Sekarang kita akan menghadapi masa depan dimana telah dinubuatkan bahwa Yesus akan datang kali yang kedua. Kita harus waspada dan jangan sampai mata hati rohani kita juga tertutup akan hal ini. Kita harus berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Yesus kali yang kedua. Jangan sampai pada saat Yesus datang kali yang kedua, Dia berkata kepada kita seperti kepada kedua murid tersebut :  "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! (Lukas 24:25). Betapa malangnya hidup kita andaikata pada waktu kedatanganNya kali yang kedua kita tidak mengenal Yesus. Betapa malangnya hidup kita apabila kita tidak  dapat bersama-sama dengan Dia karena kedegilan hati kita. Tidak ada kesempatan lagi karena peristiwa itulah yang terakhir. Pada saat ini, kita diingatkan kembali agar dapat mengenal Yesus secara pribadi melalui firmanNya.  Jangan kita hanya mau mengaku sebagai murid Yesus tetapi tidak pernah mengenal Dia. Jangan kita memperkenalkan diri hanya dengan adanya status Kristen  di KTP dan jangan kita menjadi Kristen Tanpa pertobatan. Tapi mari kita menjadi Kristen yang sungguh-sungguh mau mengenal Yesus secara pribadi dan percaya kepada pemberitaan firman sehingga kita dapat mengenal Dia ketika Yesus datang kali yang kedua. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (10042012

Minggu, 08 April 2012

SUDAH SELESAI


SUDAH SELESAI

Yohanes 19:30  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Tuhan Yesus  sudah menyelesaikan karya penyelamatanNya di kayu salib. DarahNya telah tercurah. Dia telah mati dan telah bangkit kembali di hari ketiga. Maut telah dikalahkan dan dosa manusia yang percaya di dalam namaNya telah dihapus dan akan memiliki keselamatan kekal. Suatu karya keselamatan yang amat agung dan mulia. Tidak ada seorang pun di bawah kolong langit ini yang seperti Yesus. Tidak ada satu nabi pun yang ketika hidup pernah  mengatakan dan menjamin bahwa keselamatan adalah melalui dia. Semua hanya mengatakan “mudah-mudahan”. Yesus mengatakan di dalam Yohanes 14:6 : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Ini berarti Yesus telah memperkenalkan jalan keselamatan yang sesungguhnya kepada umat manusia.

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah sekali untuk selama-lamanya. TugasNya sebagai manusia dalam rangka karya keselamatan telah selesai dan barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dia telah bangkit mengalahkan maut dan Dia tidak ada lagi di dalam kubur. Inilah kemenangan umat Tuhan yang tidak dimiliki oleh agama lain yang tidak percaya kepada Yesus Kristus.

Sudah selesai bukan berarti kita sebagai umatNya berdiam diri saja menghadapi kehidupan di dunia ini. Tetapi kita diharapkan tetap berjuang untuk tetap di dalam iman kepada Yesus Kristus karena perjuangan kita sekarang ini bukan lagi melawan darah dan daging, tetapi tugas yang diberikan Tuhan Yesus Kristus kepada kita adalah melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12).  Sudah selesai mengandung arti bahwa tugas Yesus untuk memperkenalkan Kerajaan Sorga yang sebenarnya di dunia ini melalui pengorbananNya di kayu salib telah selesai. Sudah selesai juga berarti  bahwa Yesus telah selesai mempersiapkan jalan  menuju Surga  bagi orang yang percaya kepadaNya. Itu sebabnya dengan pasti Yesus mengatakan kepada salah seorang yang ikut disalib bersama dengan Dia demikian:  "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Lukas 23. Suatu perkataan yang berotoritas karena memang Yesus adalah Tuhan yang berkuasa untuk menentukan seseorang bisa  masuk sorga atau tidak. Sekarang pertanyaannya bagi saudara, maukah saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat bagi diri saudara?  Katakan “Amin” untuk pernyataan iman saudara saat ini dan percaya bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satu jalan keselamatan itu. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (09042012)