Senin, 16 Juli 2012

MERAIH SEBUAH KEBERHASILAN


MERAIH SEBUAH KEBERHASILAN

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Keberhasilan seperti apakah yang kita inginkan? Mungkin ada yang berkata keberhasilan yang diinginkannya adalah memperoleh harta yang banyak dengan tabungan yang melimpah yang dapat diwariskan sampai ke anak cucu. Ada yang orang yang berkata bahwa keberhasilan yang diinginkan adalah memiliki segudang prestasi baik di bidang akedemik maupun yang lainnya. Yang lain berkata bahwa dia ingin berhasil menduduki jabatan puncak di sebuah perusahaan bergengsi dan lain sebagainya.

Keberhasilan seperti apapun yang diinginkan adalah baik adanya. Harta, kekayaan, jabatan, dan prestasi lainnya yang dicapai adalah semua berkat dari Tuhan. Kita tidak bisa mengatakan bahwa keberhasilan adalah berkat usaha kerja keras kita semata, tetapi karena Tuhan yang memberikan. Kalau seseorang mengklaim bahwa keberhasilan yang dicapai adalah berkat usaha kerja kerasnya saja, maka lambat laun dia akan semakin redup dan tidak ada gairah. Yang ada dalam kehidupannya adalah ketakutan, kekuatiran dan kecemasan akan hilangnya semua hal itu. Lain halnya dengan keberhasilan yang diakui sebagai pemberian Tuhan, maka yang terjadi adalah  sebaliknya kita akan seperti cahaya yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari karena kita berpikiran bahwa semua adalah dari Tuhan, oleh Tuhan dan bagi Tuhan dan bagiNya kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36)

Hanya orang yang mengandalkan Tuhan yang dapat mengatakan demikian. Orang-orang seperti ini ketika memperoleh keberhasilan akan mengembalikan segala pujian, hormat dan kemuliaan hanya kepada Tuhan dan ini akan membawanya kepada suka cita di dalam Tuhan. Ketika sukacita di dalam Tuhan itu menaungi kehidupan orang percaya, maka akan ada kekuatan baru untuk melakukan segala aktivitas yang lebih berat lagi yang harus dihadapinya. Hari lepas hari tidak menjadi beban, target yang lebih besar yang ingin dicapai tidak menjadi berat, kehidupan yang akan dilalui membuat kita ringan untuk melangkah, karena kita yakin semuanya akan Tuhan sediakan apabila kita hanya melakukan bagian kita yaitu mengerjakan segala sesuatu yang dipercayakan kepada kita dan hasil adalah bagian dari Tuhan.  Kalau semua ini kita lakukan maka jadilah kita seperti sebuah cahaya fajar, yang kian hari semakin bersinar dan orang akan melihat ada cahaya kegairahan terpancar dari kehidupan kita. Kita tidak cepat lesu, tidak cepat pudar, tidak redup, tidak cepat putus asa, tetapi semakin bercahaya dengan adanya semangat dan gairah untuk meraih keberhasilan demi keberhasilan. Kita akan berbeda dengan orang yang tidak mengandalkan Tuhan di dalam meraih sebuah keberhasilan. Maukah kita meraih keberhasilan seperti ini?  Mari mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita. Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua.    

Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (17072012)

Rabu, 11 Juli 2012

BENAR BAHWA TUHAN DAPAT DIANDALKAN


BENAR BAHWA TUHAN DAPAT DIANDALKAN

Mazmur 27:1 ¶  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Seringkali kita mengatakan dan bahkan menyanyikan suatu lagu pujian yang berkata demikian : “Tuhan adalah pembelaku, pada siapa aku harus takut?”. Kita mengatakan demikian dengan lantangnya, namun ketika menghadapi masalah, yang terjadi malah sebaliknya. Kita takut dan gemetar, padahal yang dihadapi masih seputar masalah. Mungkin kita tidak takut menghadapi manusia karena kita merasa kuat untuk menghadapi manusia yang  ada wujud dan rupanya. Namun menghadapi masalah penyakit, menghadapi masalah rumah tangga, menghadapi masalah ekonomi dan lain sebagainya yang tidak tahu ujung pangkalnya dan bentuk rupanya, bagaimana menghadapinya?

Kalau kita sudah mengatakan demikian bahwa Tuhan adalah pembelaku, maka kita harus aminkan hal tersebut dan diterapkan. Masalah timbul apabila kita mengatakan demikian, namun ketika menghadapi persoalan kita lupa ada Tuhan yang akan membela kita, lupa bahwa ada Tuhan yang berkuasa melakukan segala perkara, lupa bahwa ada Tuhan yang bisa membuat yang mustahil menjadi tidak mustahil sehingga kita berusaha sendiri dan menjadi takut dan gentar. Iman kita menjadi goyah dikarenakan masalah yang dihadapi sehingga benarlah yang dikatakan oleh Yakobus bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.  Namun kalau iman disertai dengan perbuatan maka iman itu menjadi sempurna (Yakobus 2:22).

Agar Tuhan menjadi pembela dalam hidup kita, maka haruslah kita mengandalkan Dia di dalam seluruh aspek kehidupan kita. Agar kita dapat mengandalkan Tuhan dan tahu bahwa Dia dapat diandalkan, maka haruslah kita mengenal Dia secara pribadi.  Kalau kita sudah mengenal Dia secara pribadi, maka kita akan tahu rencanaNya terhadap hidup kita. Bagaimana kita mengenal Dia secara pribadi? Yaitu lewat firman yang dibaca tiap hari dan minta pimpinan Roh Kudus agar Roh Kudus membawa kita kepada pengenalan akan Tuhan secara benar. Tanpa Roh Kudus kita akan tersesat dan tidak akan dapat mengenal Tuhan secara pribadi. Kalau kita hanya membaca firman Tuhan tanpa peranan Roh Kudus maka jadilah kita seperti orang yang mengetahui firman tapi tidak pernah menerapkannya, jadilah kita pengkritik firman tanpa pernah merasakannya, jadilah kita sebagai teolog tanpa pernah mengetahui bahwa Tuhan-lah pembela kita. Oleh karena itu, mari kita kenali Tuhan secara pribadi lewat firman dan Roh Kudus sehingga kita mengetahui bahwa memang benar Tuhan dapat diandalkan sebagai pembela kita sehingga kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kasih karunia Tuhan menyertai kita.

Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (12072012)

Selasa, 10 Juli 2012

YESUS SUMBER KEKUATAN


YESUS SUMBER KEKUATAN

Yes 40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Lelah dan tak berdaya adalah sebuah hal yang bisa dilihat dalam kehidupan setiap orang setiap hari. Masalah yang datang bertubi-tubi seringkali membuat seseorang menjadi lelah. Belum habis masalah yang satu, sudah datang masalah lain menghantam. Ibarat sebuah perlombaan lari triathlon, kita tidak sempat untuk menarik nafas dalam untuk menghilangkan rasa penat, demikianlah juga terhadap masalah yang dihadapi. Beban yang begitu berat telah menghimpit kehidupan kita yang membuat kita seakan tidak mampu untuk menepis semuanya itu. Kita menginginkan kalau bisa semua cepat berlalu dan masalah segera ada jalan keluar. Tetapi seperti pepatah lama mengatakan “Apa daya tangan tak sampai”, demikianlah permasalahan yang dihadapi, kita tidak berdaya sama sekali.

Ketidakberdayaan inilah yang memicu kita untuk menjadi takut, kuatir, cemas, putus asa dan lain sebagainya. Kita diperhadapkan sebuah masalah yang kelihatan besar tetapi kita tidak berdaya untuk menghalaukannya. Masalah sebenarnya bukanlah terletak pada masalah yang dihadapi sehingga membuat kita menjadi lelah, letih dan hampir putus asa. Masalah timbul karena kita tidak berdaya, tetapi sok berdaya, sok mampu dan merasa kita bisa menghadapi masalah tanpa masalah dengan kekuatan sendiri. Kita pikir kita bisa tetapi pada kenyataannya tidak bisa. Kita pikir kita pintar, padahal kepintaran kita tidak mampu untuk mencari jalan keluar.

Masalah memang tetap masalah, tetapi bagaimana menyikapinya itu yang paling utama. Tuhan Yesus tidak memberikan kita jalan keluar secara seketika dan Dia tidak akan menghalaukan masalah itu dari hadapan kita. Di tengah ketidakberdayaan kita di dalam menghadapi masalah, Dia akan memberikan kekuatan sehingga mampu untuk menanggung setiap permasalahan itu. Itulah sebabNya, Tuhan Yesus sudah mengajak kita untuk datang kepadaNya (Matius 11:28) agar beban itu bukan kita sendiri yang mengangkatnya, tetapi seringkali kita tidak mau menerima ajakanNya. Kalau saja kita mau datang kepada Yesus pasti tidak begini jadinya. Kalau saja kita tidak memfokuskan diri kepada masalah, tetapi memandang Yesus dengan penuh harapan, Dia pasti  mau memberikan kelegaan kepada kita dan kita pasti menjadi kuat sehingga orang akan melihat bahwa umat Tuhan sepertinya tidak memiliki masalah karena di dalam Yesus ada kekuatan dan di dalam Yesus ada jalan keluar. Oleh karena itu, jangan pernah mau menanggung setiap masalah itu sendirian, tetapi mari datang kepada Yesus dan biarlah Dia sendiri yang akan bekerja di dalam kehidupan kita yang akan mendatangkan kepada kita kebaikan demi kebaikan. Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua.

Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (10072012)

Kamis, 05 Juli 2012

TANPA TERASA


TANPA TERASA

Ibrani 4:1 ¶  Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

Hari Jumat telah tiba, tak terasa waktu cepat berlalu. Sepertinya baru kemarin hari Senin. Sepertinya baru kemarin kita meninggalkan tahun 2011. Sekarang sudah bulan Juli 2012, berarti sudah bulan ketujuh kita meninggalkan tahun 2011. Tanpa terasa anak-anak sudah besar. Tanpa terasa kita sudah menjadi tua. Tanpa terasa sebentar lagi kita akan dipanggil kakek, nenek, papa, mama, dan lain sebagainya. Semua berjalan “tanpa terasa”.

Kalau semua berjalan tanpa terasa, berhati-hatilah.Firman Tuhan di dalam 1Ptr 4:7 mengatakan demikian : “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Firman Tuhan ini mengingatkan kita agar jangan berjalan mengarungi kehidupan ini dengan “tanpa rasa”. Kita harus peka dan menyadari keadaan kita saat ini. Jangan sampai ketika tiba waktu dan masanya, baru kita menyadari dan semuanya sudah terlambat. Kita ketinggalan dan iman kita tidak bertumbuh. Kita asyik dengan pekerjaan sehingga lupa untuk menyadari keadaan kita saat ini. Kita asyik dengan hobbi sehingga menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan sesaat. Tanpa disadari sisa umur kita tinggal sedikit dan kita sudah menjadi tua dan tidak ada lagi kesempatan.

Renungkanlah keadaan kita saat ini apakah kita berjalan “tanpa terasa” selama ini? Ambillah sikap berdoa dan sadarilah bahwa firman yang pernah kita dengar harus bermanfaat dan bertumbuh dan berbuah di dalam hati kita. Kita harus peka dan harus menyadari bahwa benih-benih yang telah ditabur di dalam kehidupan kita harus semakin bertumbuh seiring berjalannya waktu. Kalau semuanya berjalan tanpa terasa, maka kita tidak akan pernah ingat untuk datang kepada Tuhan agar Dia menyirami taman hati kita dan memberikan pertumbuhan.  Kalau semua berjalan tanpa terasa, maka penyesalanlah yang akan kita dapatkan. Namun kalau kita tetap wapada dan menyadari keadaan diri kita sampai hari ini, maka kita akan dapat bersiap sedia selalu sehingga tidak ketinggalan pada saat dan waktu yang telah ditentukan. Kita akan menjadi seperti lima gadis bijaksana yang mempersiapkan dirinya untuk  menyambut mempelai pria (Matius 25:1-13). Kita akan disambut oleh mempelai pria yaitu Yesus Kristus yang akan datang kali yang kedua karena kita didapatinya taat dan setia. Mari, sadarilah diri kita saat ini dan ambillah saat teduh sejenak untuk merenungkan firman Tuhan sehingga kita tetap dalam keadaan siap sedia apabila Dia datang pada waktu yang tidak kita pernah duga. Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua.  

Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (06072012)

Selasa, 03 Juli 2012

MENANTI


MENANTI

Wahyu 3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Ada satu tembang lawas di era 80-an yang dibawakan oleh seorang penyanyi bernama Obbie Mesakh yang berjudul “Kisah Kasih di Sekolah”. Liriknya menceritakan sebuah kisah kehidupan pacaran anak sekolah era itu yang sedang menanti sang pacar dengan hati yang resah dan gelisah di sudut sekolah. Takut kalau sang pacar tidak jadi datang sesuai janjinya.  Namun ketika sang pacar datang, rasa resah dan gelisah berganti dengan suka cita yang luar biasa. Sebuah peristiwa yang sulit dilupakan dan selalu akan dikenang sepanjang masa.

Demikian juga  dengan kehidupan umat Tuhan di dalam menanti jawaban atas sebuah janji Tuhan yang mengatakan akan memberikan kita masa depan yang baik, menjadikan umat Tuhan menjadi kepala dan bukan ekor, menantikan sebuah jawaban atas pergumulan yang ada, bahkan menantikan janji Tuhan akan kedatanganNya kali yang kedua. Seringkali kita diliputi rasa cemas, kuatir, resah dan gelisah serta takut selama masa penantian itu. Tidur tak nyenyak, makan tak nikmat seperti seorang anak remaja yang menanti sang pacar yang tak kunjung datang, demikianlah mungkin kehidupan kita saat ini di dalam menantikan jawaban atas sebuah pergumulan hidup.

Menyikapi hal ini, kita hanya butuh kekuatan agar jangan menjadi kuatir, cemas, resah dan gelisah, bahkan takut yang hanya bisa didapat di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Seperti seorang pacar yang sedang dinanti, Dia akan datang segera untuk menolong kita, mendekati kita dan menepati janjiNya untuk selalu menyertai kita sampai akhir jaman (Matius 28:20). Ketika mendapatkan jawaban atas pergumulan hidup kita, kita akan melihat betapa sukacitanya mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.  Kesusahan dan kesedihan yang dialami selama proses penantian akan diganti dengan sorak-sorai kemenangan. Penantian yang penuh dengan kesedihan dan kepedihan akan dilupakan, sukacita yang dari Tuhan akan menaungi hidup kita sehingga memampukan kita untuk menyatakan sukacita itu dengan bersaksi untuk menceritakan kebaikan Tuhan kepada kita. Inilah yang akan terjadi di dalam hidup umat Tuhan yang selalu berharap dan bersandar kepada Tuhan serta setia menanti jawaban dari Tuhan atas semua pergumulan hidupnya. Dia akan menjadi seperti seorang kekasih yang begitu sukacita ketika sang pacar menepati janji untuk bertemu. Mari, nantikanlah jawaban dari Tuhan dengan sabar dan setia dan lihatlah Dia akan datang segera.  Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua. Amin.

Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (04072012)

PERCAYALAH KEPADA YESUS KRISTUS

PERCAYALAH KEPADA YESUS KRISTUS

Matius 21:32  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Ada begitu banyak kesempatan telah diberikan kepada kita untuk bertobat agar mengenal jalan yang benar, tetapi seringkali kita menyangkali hal itu dan menolak orang yang telah menyampaikan berita suka cita akan keselamatan kekal. Pikiran dan perasaan kita sudah tumpul dan fokus kita hanya melihat jalan yang salah berupa kenikmatan-kenikmatan yang dunia tawarkan kepada kita. Kita menolak seorang pribadi yaitu Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat dan menganggap bahwa keselamatan tidak ada di dalam Dia.Lantas bagaimana? Darimanakah datangnya keselamatan itu?

Kalau ada orang mengatakan bahwa keselamatan diperoleh dari  amal ibadah, apakah amal ibadah kita sudah sempurna? Bagaimana bisa sempurna kalau tidak ada yang menyempurnakan? Kalau dikatakan yang menyempurnakan adalah Tuhan, bagaimana cara Dia menyempurnakan? Apakah setelah mati atau ketika masih hidup?  Kalau disempurnakan setelah mati, berarti tidak ada kepastian ketika kita masih hidup karena tidak tahu kehidupan kita kelak kalau sudah mati dan kita tidak punya bayangan akan seperti apakah hidup kita setelah kematian.

Lain halnya di dalam Yesus Kristus. Dia sudah menjamin kehidupan kita kelak setelah kematian akan berada di rumah Bapa. Yesus sudah menunjukkan jalan yang benar dan kita diberikan sebuah bayangan mengenai kehidupan setelah kematian yaitu tinggal di rumah Bapa (Yohanes 14:3). Kita tidak lagi memiliki keraguan akan menjadi seperti apa kelak setelah kematian karena Yesus sendiri sudah mengatakan bahwa Dialah Jalan menuju rumah Bapa itu (Yohanes 14:6) dan Dia akan mengajak kita kelak kesana. Barangsiapa percaya kepadaNya, akan beroleh hidup yang kekal. Masalahnya, ada begitu banyak orang menolak Dia sebagai Tuhan, menghujat Dia, mengolok-olok Dia, dan menganggapNya sebagai jalan yang sesat dan tidak percaya kepadaNya. Kita seperti ahli Taurat yang tahu kebenaran tapi tidak percaya kepada kebenaran itu. Kita juga seperti orang Farisi yang selalu berlaku munafik dan menganggap diri suci dan tiada berdosa. Kalau keadan kita seperti ini terus, maka seperti firman Tuhan sudah mengatakan bahwa orang-orang sundal dan orang berdosalah yang akan memenuhi rumah Bapa. Kenapa? Karena mereka mau mendengar, percaya kepadaNya dan kemudian menyesal serta bertobat dan berbalik kepada Bapa. Orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus tidak akan sampai kepada Bapa dan tidak akan menikmati kehidupan di rumah Bapa di Sorga.  Tetapi orang yang percaya kepada Yesus, jaminan keselamatan hidup kekal dan berada di rumah Bapa sudah ada tersedia. Pertanyaannya sekarang : “Apakah anda percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat?”  Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua.


Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (03072012)

Senin, 02 Juli 2012

BERDOA SUNGGUH-SUNGGUH


BERDOA SUNGGUH-SUNGGUH

Lukas 11:9-10  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Ada orang berkata bahwa doanya tidak pernah dijawab oleh Tuhan, lantas mengklaim bahwa Tuhan tidak benar ada, mengklaim bahwa tidak benar orang percaya harus berdoa, dan lain sebagainya. Benarkah demikian? Benarkah  orang tersebut sudah berdoa namun tidak pernah dijawab oleh Tuhan? Ada begitu banyak orang yang bersikap  demikian yang mengklaim bahwa dirinya sudah berdoa setiap hari dan setiap saat namun sebenarnya tidak pernah berdoa dan berujung pada sebuah klaim bahwa Tuhan tidak kunjung menjawab doanya.

Kalau orang sudah berdoa namun belum diberikan jalan keluar, sebenarnya paling tidak Tuhan sudah memberikannya kekuatan dan kesabaran untuk menanti jawaban sehingga orang tersebut tidak kelihatan menanggung beban yang berat dan tidak ada keluh kesah yang membuat orang lain menjadi kasihan.  Yang sering terjadi dalam diri seseorang adalah tidak pernah berdoa atau hanya sekali berdoa lantas mengklaim bahwa masalahnya tidak kunjung ada jalan keluar dan mengatakan bahwa Tuhan tidak menjawab doanya. Doa dianggap hanya sebatas adanya harapan jalan keluar di dalam benak seseorang  tanpa pernah meminta kepada Tuhan baik berupa kekuatan maupun jalan keluarnya.

Kita harus memahami bahwa tidak semua doa harus dipenuhi dan dijawab oleh Tuhan sesuai dengan keinginan seseorang. Namun yang pasti sebuah doa akan dijawab oleh Tuhan sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan terhadap diri seseorang. Selama proses penantian di dalam pergumulan ini, Tuhan akan memberikan kekuatan dan kesabaran sehingga tidak ada keluh kesah, tidak terlihat menanggung beban yang berat, tidak apatis, tetapi memiliki harapan dan keyakinan akan sebuah jawaban.  Itu sebabnya Tuhan sudah mengatakan agar meminta kepadaNya dan pasti akan diberikan sesuai dengan kebutuhan yang sudah Tuhan ketahui di dalam hidup kita. Kalau kita meminta kepada Tuhan, kita  harus meminta dengan sungguh-sungguh dan dengan keyakinan penuh (Yakobus 5:16).  Sama seperti Elia yang adalah manusia biasa, dan ia diceritakan Alkitab telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. (1 Raja-raja 17:1). Disamping itu, berdoalah dengan tiada jemu-jemu dan jangan bosan untuk mengetuk pintu hati Tuhan (Lukas 18:1).  Setia berdoa, setia beribadah dan setia menanti jawaban dari Tuhan, itulah yang harus dilakukan oleh orang percaya sehingga akan menghasilkan sebuah jawaban doa yang luar biasa. Mari, baca dan renungkanlah akan hal ini sehingga kita tidak menjadi orang yang patah semangat dan  penuh dengan keluh kesah terhadap pergumulan hidup yang ada. Kasih karunia Tuhan menyertai.

Tuhan Yesus berfirman dalam Wahyu 22:13 “Akulah yang pertama dan yang terakhir; Akulah Tuhan dari Permulaan sampai Penghabisan” Amin (BIS) (02072012)