Kamis, 12 Mei 2011

BUKA HATI UNTUK PENGAMPUNAN

Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Masa lalu adalah masa lalu yang tidak perlu diingat-ingat lagi. Kepahitan, sakit hati, kegeraman dan lain sebagainya yang dialami pada masa lalu yang masih diingat, bisa membuat kita menderita. Kenapa? Karena masa lalu yang kelam, masa lalu yang pahit, masa lalu yang mengerikan, masa lalu yang penuh dengan kepedihan bisa membuat trauma di masa sekarang dan masa yang akan datang. Menjadi gelisah, menjadi penakut, menjadi pemarah, menjadi pengecut dan lain sebagainya adalah merupakan bagian masa lalu yang masih diingat dan dibawa pada masa kini.

Masa lalu yang disimpan rapat-rapat dan tidak disembuhkan dapat diibaratkan seperti sebuah borok di tubuh yang tidak diobati dan disembuhkan secara total. Memang kelihatan telah sembuh, namun sebenarnya luka itu masih berpotensi untuk terbuka kembali. Ketika melihat pelaku, ketika melihat kejadian serupa atau teringat kembali, maka akan timbul trauma.

Kita harus membuang segala kepahitan dari hidup kita dengan cara memberi pengampunan. Ketika kita membuka pintu pengampunan bagi orang lain yang telah menyakiti hati kita, berarti kita telah membuka pintu hati kita untuk  Tuhan dapat bekerja. Saat kita memilih untuk menolak mengampuni seseorang, saat itu juga kita menutup pintu bagi pekerjaan Tuhan dan Dia tidak bisa mendengarkan doa karena pintu hati kita masih tertutup. Ketahuilah, bahwa setiap teriakan hati kita akan terdengar oleh Tuhan ketika hati kita dibuka untuk pengampunan.  Firman Tuhan yang didengar dan yang dibaca akan dapat dengan leluasa bekerja di dalam hati kita. Roh Kudus akan memampukan kita untuk melupakan kepahitan dan akan menggantinya dengan sukacita, damai sejahtera, dan lain sebagainya. Ketika pintu hati kita terbuka untuk pengampunan, Tuhan akan melihat setiap kesalahan yang telah diperbuat seseorang  terhadap kita, Ia melihat setiap situasi tidak adil yang telah kita alami. Jika kita memilih tinggal dalam iman kepadaNya, Ia akan mendatangkan keadilan bagi kita. Disaat kita mengampuni dan memusatkan pikiran pada firman Tuhan, kita akan dapat berjalan dengan bebas dalam kehidupan yang ada. Oleh karena itu, mari kita buka hati untuk pengampunan bagi orang yang telah menyakiti hati kita sehingga kuasa Tuhan bekerja dengan leluasa. Terpujilah nama Tuhan. Amin (12052011)

Rabu, 11 Mei 2011

AKUILAH YESUS DALAM HIDUPMU


Amsal  3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Kenalkah kita kepada Yesus Kristus? Mungkin kita berkata bahwa kita mengenal Dia, tetapi mengapa kita masih belum juga percaya dan mengakui Dia? Ada begitu banyak orang mengaku mengenal Yesus, mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan dan mengetahui bahwa Dia adalah Mesias, tetapi mengapa mereka tidak percaya, tidak mengakui dan tidak menaruh harapan kepadaNya?

Ada begitu banyak alasan mengapa orang tidak mau mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan mempercayakan kehidupannya kepada Dia. Ada karena malu, ada karena gengsi, ada karena takut, ada karena sebab-sebab lainnya. Yang pasti, mereka tahu tentang Yesus tapi tidak mau mengakui dan mempercayai Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat akan membuat hidup menjadi lebih hidup. Kalau kita sudah mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan, kita harus berani memutar haluan dari seorang yang tidak percaya menjadi seorang percaya. Mungkin kita sudah pernah membaca tentang Yesus dari buku-buku yang dibaca. Mungkin kita sudah pernah mendengar tentang Dia dari seseorang, mungkin kita pernah merasakan kehadiranNya di dalam hati kita dan lain sebagainya. Mengapa kita harus mengeraskan hati dan tidak mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat? Mengapa kita masih malu dan takut untuk mengakui Dia dan mempercayakan diri kepadaNya? Ingatlah, bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah 4:12). Kalau kita sudah mengetahui bahwa Yesus yang telah ada di dunia ini dua ribu tahun yang lalu adalah Tuhan dan Juru Selamat, mari jangan mengeraskan hati. Terimalah dan akuilah Dia dalam hidupmu dan dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Serahkanlah hidupmu untuk dipimpin olehNya, maka kita akan menerima anugerah keselamatan yang tiada duanya. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (11052011)

Senin, 09 Mei 2011

PANDANG TERUS PADA YESUS

Lukas 9:62 Tetapi  Yesus  berkata : "Setiap orang  yang  siap untuk membajak  tetapi menoleh ke  belakang tidak layak  untuk Kerajaan  Sorga."

Tuhan Yesus telah memperkenalkan dan memperlihatkan jalan menuju kepada hidup yang kekal yaitu diriNya sendiri sebab Dia telah berkata bahwa Dialah Jalan itu.(Yohanes 16:6). Banyak orang tidak percaya dan sebagian besar meragukan hal ini sehingga menyimpang ke kiri dan ke kanan. Itu adalah hak setiap orang untuk memilih jalannya sendiri-sendiri. Tapi bagi kita yang percaya kepadaNya akan selalu mau mengikuti jalanNya.

Di dalam mengikuti jalan Tuhan yang telah diperlihatkanNya, kita diajak juga untuk melakukan pekerjaanNya yaitu menabur kebaikan dan belas kasihan kepada setiap orang di sekitar kita.  Namun, di dalam melakukan pekerjaanNya, kita seringkali masih menoleh ke belakang, melihat masa lalu kita dan tidak fokus kepada jalan itu sehingga seringkali kita terperosok ke dalam lobang, ke parit, atau terantuk batu yang menimbulkan rasa sakit.

Yesus mengingatkan kita bahwa untuk melakukan pekerjaanNya harus dilakukan dengan sepenuh hati dan total. Kita tidak boleh menoleh ke belakang kepada masa lalu kita, tidak menyalahkan masa lalu dan tidak boleh mengutamakan yang lain selain diriNya. Masa lalu adalah masa lalu dan harus ditinggalkan. Mengungkit masa lalu akan membuat kita enggan berjalan dan kemungkinan akan mundur beberapa langkah. Hal ini disebabkan karena kita akan sibuk mengurusi masa lalu sedangkan di lain pihak masa depan sedang menanti kita. Keadaan ini tidak diinginkan oleh Yesus terjadi. Yesus mau agar kita fokus kepada jalan yang telah ditunjukkanNya. Tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan dan tidak menoleh ke belakang serta mata hati tetap tertuju kepadaNya.  Melihat kepada Yesus, mengarahkan hati pada Yesus dan fokus kepada Yesus akan membuat kita sampai kepada tujuan. Kita tidak akan tersesat karena jalan yang ditempuh begitu terang dan nyata. Kita tidak akan tertinggal karena tetap melihat Dia.  Mari kita mengikuti jalan yang telah ditawarkan oleh Tuhan Yesus dan tidak menoleh ke belakang. Pandang saja terus pada Yesus. Terpujilah nama Tuhan. Amin (10052011).

TIADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN

Yeremia 31:17 Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka.

Kita sering berkata di dalam menghadapi suatu masalah, “Ah, mana mungkin.”, “Mustahil dapat terjadi demikian”, “Apa bisa ya?” dan lain sebagainya. Keraguan sering timbul dalam hati kita ketika menanti  suatu harapan akan adanya jalan keluar atas sebuah masalah. Ketakutan tidak terpecahkannya suatu masalah membuat kita berkata demikian.

Tuhan menginginkan agar kita percaya sepenuhnya kepadaNya. Tetapi seringkali kita menjadi ragu dan bimbang akan kuasaNya. Kita berpikir secara manusia tentang Tuhan, padahal Tuhan bukanlah manusia. Kita berpikir mustahil, padahal tiada yang mustahil bagi Tuhan. Kita berpikir hal yang kecil tentang Tuhan, padahal Tuhan itu begitu besar dan tak terbatas. Kita tidak mau mengambil jalan pikiran Tuhan dan seringkali mengambil jalan pikiran sendiri.

Berpikir dan berkata “Mustahil” adalah perkataan manusia yang pesimis, tiada berpengharapan dan tiada pegangan. Seorang yang pesimis adalah orang yang tidak mengenal dan tidak mengetahui secara pasti bahwa ada kekuatan lain di luar dirinya yaitu Tuhan yang bisa memberikan suatu kekuatan, pengharapan dan masa depan yang lebih baik. Tuhan mengetahui secara pasti mengenai rancanganNya terhadap diri seseorang, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan dalam rangka memberikan masa depan yang penuh harapan kepada kita. (Yeremia 29:11). Kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan, kita pasti tahu bahwa Tuhan itu lebih besar dari segala yang  ada, Maha Kuasa dan memiliki suatu rancangan atas ciptaanNya. Kita tahu bahwa Tuhan ada dan kita tahu bahwa Dia tahu segala hal mengenai diri kita. Kalau kita sudah tahu bahwa Tuhan tahu mengenai diri kita dan kalau kita sudah tahu bahwa Tuhan tahu mengenai rancanganNya atas diri kita, mengapa kita ragu akan janjiNya? Mengapa kita tidak percaya dan takut akan masa depan kita?  Mari percayakan diri kita kepadaNya karena Dia tahu rancangan atas masa depan kehidupan kita yaitu rancangan damai sejahtera dimana Dia akan memberikan masa depan yang penuh harapan dan  karena tiada yang mustahil bagi Dia. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (09052011)

Selasa, 03 Mei 2011

JANGAN MENCELA PEMIMPIN

Kisah Para Rasul 7:35 Musa ini, yang telah mereka tolak, dengan mengatakan: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim? -Musa ini juga telah diutus oleh Allah sebagai pemimpin dan penyelamat oleh malaikat, yang telah menampakkan diri kepadanya di semak duri itu.

Musa adalah pemimpin besar pada jamannya dan dia telah memimpin begitu banyak jemaah Israel untuk keluar dari Mesir ke tanah Perjanjian. Bukan pekerjaan yang mudah untuk dapat memimpin orang dengan jumlah yang begitu besar. Musa dapat melakukannya sebab dia diutus oleh Tuhan.  Sebagai pemimpin besar, Musa punya kelemahan dan saudaranya yaitu Miryam dan Harun berusaha memanfaatkan kelemahannya untuk mengambilalih kepemimpinan. Mereka mencela dan mengata-ngatai kelemahan Musa dengan maksud untuk menjatuhkannya.

Miryam dan Harun mencela keputusan Musa karena mengambil perempuan Kush. Ini mereka anggap sebagai kelemahan Musa. Keputusan Musa yang mereka anggap sebagai kesalahan dijadikan alasan untuk menjatuhkan Musa di hadapan jemaah Israel dan menganggap bahwa mereka juga bisa seperti Musa untuk menerima wahyu dari Tuhan. (Bilangan 12:2). Artinya, mereka ingin menjatuhkan Musa dengan cara mencelanya dengan harapan akan mengambil alih jabatan sebagai pemimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Kita tidak dapat berprilaku seperti Miryam dan Harun yang mencela kelemahan pemimpin karena punya maksud mengambilalih kepemimpinan. Kalau seorang pemimpin punya kelemahan, mari untuk tidak mencelanya dan terimalah seorang pemimpin sebagai seorang yang diutus oleh Tuhan.  Kita harus mentaati pemimpin dan tunduk kepada mereka (Ibrani 13:17). Selama pemimpin masih seorang manusia, dia pasti punya kelemahan dan punya kekurangan. Menghakimi seorang pemimpin bukanlah sebuah jawaban, karena perlakuan demikian akan berlaku juga kepada kita ketika menjadi seorang pemimpin. (Matius 7:2). Yang dapat kita lakukan ketika mengetahui kelemahan seorang pemimpin adalah mendoakannya sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (03052011)