Selasa, 06 Maret 2012

EBEN-HAEZER


1 Samuel 7:12  Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."

Kemenangan yang diperoleh pasukan Israel di bawah pimpinan nabi Samuel adalah dikarenakan mereka telah kembali kepada Tuhan. Sebelumnya mereka mengalami kekalahan demi kekalahan yang disebabkan karena mereka telah lupa dan telah jauh dari Tuhan serta menyembah allah yang lain. Setelah menang, Samuel meletakkan batu sebagai tanda peringatan bahwa Tuhan sudah menolong mereka dan menamai tempat itu Eben-Haezer, yang berarti “Sampai di sini Tuhan menolong kita.”

Kalau Samuel telah mengatakan : “Sampai di sini Tuhan menolong kita”, bukanlah sebuah pernyataan bahwa Tuhan berhenti menolong mereka. Tetapi ini adalah sebuah tugu batu yang didirikan oleh Samuel untuk mengingatkan semua orang bahwa Tuhan pernah menolong bangsa Israel mengalahkan orang Filistin di tempat batu itu berada. Tugu batu ini didirikan agar mereka tetap ingat kepada Tuhan bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, tepat pada waktunya. Tugu batu itu dibuat agar bangsa Israel tidak pernah lupa akan kebaikan Tuhan.

Sekarang pertanyaannya bagi kita, adakah kita juga membuat sebuah batu peringatan di dalam hati kita bahwa Tuhan pernah menolong kita tepat pada waktunya? Apakah kita selalu lupa akan kebaikan Tuhan dan hanya mengingat masalah kita saja? Tidakkah kita bisa mengatakan “Eben-Haezer” pada setiap kesempatan bahwa Tuhan telah menolong saya. Kita ingat kebaikan Tuhan. kita ingat pertolonganNya. Kita ingat bahwa tidak pernah terlambat pertolonganNya. Hanya kita saja merasa bahwa pertolonganNya yang terlambat karena belum mendapatkan jawaban atas pergumulan yang ada. Kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita. Tetapi yakinlah, seperti kata firman Tuhan di dalam Roma 8:28  bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan.  Kalau kita berhasil melalui segala masalah yang ada dan memperoleh kemenangan demi kemenangan, jangan pernah lupa untuk mengingat dan mengatakan “Eben-Haezer” atas kebaikan Tuhan kepada kita.  Namun sebaliknya, apabila kita masih belum memperoleh jalan keluar atas permasalahan yang ada dan masih bergumul untuk hal tersebut, ingat jugalah untuk mengatakan “Eben-Haezeer”. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (07032012).
 

TUHANLAH YANG MEMBUAT LUPA SEGALA KESUKARAN

Kejadian 41:51  Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku."   

Seringkali terjadi di dalam kehidupan manusia, ketika masih jaya dan ketika masih kaya, lupa akan Tuhan yang telah memberi kehidupan yang baik bagi dirinya. Namun ketika jatuh miskin dan menghadapi banyak masalah, justru yang diingat adalah keadaan saat sekarang dan bukan keadaan masa lalu yang penuh dengan kesenangan. Itu sebabnya banyak orang mengeluh tentang kondisinya yang  sekarang yang menurutnya tidak menguntungkan.

Berbeda dengan Yusuf yang justru ketika menerima jabatan, ketika menerima kekayaan dan ketika hidupnya yang tadinya penuh dengan kesengsaraan dan sekarang memiliki hidup yang baik, dia menjadi lupa mengenai kesukaran yang pernah dihadapinya. Sebenarnya bukan karena dia lupa tentang kesukarannya, tetapi karena memang dia menikmati setiap anugrah Tuhan baik kesukaran maupun kesenangan yang diterima. Dibalik kesuksesan yang dia raih, dia tidak pernah melupakan Tuhan. Itu sebabnya dia menamakan anak sulungnya Manasye yang mengingatkan dia tentang karya Tuhan atas kehidupannya yang penuh dengan liku-liku.

Masalah pasti ada dalam setiap kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang tanpa masalah. Selama jantung manusia masih berdetak, selama itu pula masalah pasti terjadi. Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Yusuf adalah kita harus memahami dan harus tahu rahasia dari keberhasilan Yusuf yang dapat bertahan di dalam kesesakan.  Rahasia keberhasilan Yusuf didalam menghadapi masalah hanya satu yaitu dia tetap melekat kepada Tuhan sehingga Tuhan selalu menyertai dia. (Kejadian 39:2). Rahasia keberhasilan kita saat ini di dalam menghadapi segala sesuatu masalah adalah tetap melekat pada pokok anggur yaitu Yesus Kristus (Yohanes 15:5). Di luar Yesus Kristus, kita tidak akan berarti apa-apa. Di luar Yesus Kristus, kita akan menjadi lemah. Kalau kita mengandalkan Yesus Kristus di dalam segenap kehidupan kita, yakinlah bahwa semua akan berakhir seperti kisah Yusuf yang penuh dengan kemenangan. Kita akan lupa masa lalu kita yang kelam. Kita akan lupa masa lalu kita yang penuh dengan kesengsaran. Kebahagian demi kebahagian akan kita dapatkan bersama dengan Yesus. Bersama dengan Yesus, air mata akan diganti dengan sukacita yang luar biasa. Terpujilah nama Tuhan. Amin (06032012)

Minggu, 04 Maret 2012

RANCANGAN TUHAN ADALAH BAIK


Yer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Tahukah kita mengenai masa depan kita di masa yang akan datang? Pasti jawabannya tidak tahu. Kenapa? Karena kita terbatas baik dalam hal kemampuan maupun pengetahuan. Walaupun kita terbatas, namun seringkali manusia merasa tidak terbatas dan berusaha mengetahui hal-hal yang masih misteri di masa yang akan datang. Kita belajar ilmu  perbintangan agar bisa seperti orang majus, kita belajar telepati agar dapat mengetahui keadaan masa depan, kita bertanya kepada arwah, kepada dukun, paranormal dan lain sebagainya.

Tuhan sudah berfirman kepada kita semua bahwa Dia mengetahui secara pasti keadaan kita di masa yang akan datang. Dengan kata lain, Tuhan sudah merancangkan sesuatu yang baik untuk kehidupan umatNya. Dia sudah memiliki “blueprint” atas kehidupan umatNya yang adalah sangat baik. Pada waktu penciptaan manusia saja, Tuhan mengatakan bahwa bahwa ciptaanNya adalah sungguh teramat baik. (Kejadian 1:31).

Kalau saja Tuhan sudah mengatakan demikian, mengapakah manusia masih ragu akan masa depannya? Mengapakah manusia masih ingin mengetahui secara dini masa depannya? Ini disebabkan karena manusia tidak mengetahui siapa yang disembahnya.Disamping itu, manusia tidak memahami bagaimana menyembahNya. Bagaimana mungkin dapat mengetahui kehendak Tuhan kalau kita tidak pernah membaca firman Tuhan yang merupakan sabdaNya? Kita tidak akan dapat memahami kehendak Tuhan kalau tidak pernah mengetahui siapa yang disembah. Kita tidak pernah akan memahami rancangan Tuhan kalau saja kita tidak pernah membaca firmanNya. Kita akan mengetahui rahasia ilahi hanya apabila kita dekat kepada Tuhan. (Luk 8:10). Kita akan tahu rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang penuh dengan harapan apabila kita memahami Tuhan yang disembah. Kalau saja kita sudah mengenal Tuhan, dekat dengan Tuhan, maka kita akan mengetahui bahwa rancanganNya semuanya adalah baik. Seberat apapun masalah yang kita hadapi saat ini, ketahuilah bahwa semua hal ini adalah semata-mata demi kebaikan kita, karena rancangan Tuhan adalah baik. Terpujilah nama Tuhan. Amin (05032012)    

Minggu, 26 Februari 2012

MENIKMATI BERKAT TUHAN


Pkh 6:2 orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Mencari kekayaan adalah baik, tetapi bukan kekayaan yang menjadi tujuan utama. Adalah lebih baik apabila kita terlebih dahulu mencari Tuhan karena firman Tuhan sudah katakan di dalam Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Sorga dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Artinya, semua umat Tuhan diprioritaskan untuk mencari Tuhan terlebih dahulu dan percayalah bahwa semua hal yang diharapkan seperti kekayaan, kejayaan, kedudukan, jabatan dan lain sebagainya akan diberikan Tuhan kepada kita.

Apabila kekayaan yang menjadi tujuan utama kita, maka sebenarnya Tuhan juga akan mengaruniakan semua kekayaan yang ada kepada kita, tetapi tidak ada kuasa  untuk menikmatinya. Penulis kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa hal ini adalah kesia-siaan. Jadi untuk apa dong kita mendapatkan kekayaan jika tidak dapat menikmatinya? Menjadi orang kaya tetapi tidak bisa menikmati makanan yang enak-enak yang tersedia di rumah karena adanya penyakit. Memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi tetapi hati selalu gelisah dan tidak merasa aman.  Untuk apa semua hal itu?

Inilah yang menjadi bahan renungan kita bersama seperti dikatakan penulis kitab Pengkhotbah agar jangan sampai semua yang telah didapat merupakan kesia-siaan. Sebagai umat Tuhan, kita diingatkan agar jangan terfokus dan mengutamakan harta, kekayaan, jabatan dan seisi dunia ini. Kita harus fokus kepada mencari Tuhan dan kebenaranNya. Apakah gunanya kita memiliki seisi dunia ini, namun jiwa binasa? (Matius 16:26). Agar apa yang dicari tidak sia-sia, agar kerja keras yang dilakukan juga bisa dinikmati, kita harus mengutamakan Tuhan dan kebenaranNya. Melekat pada Tuhan seperti ranting pada pokok anggur akan membuat kita bahagia dan ada suka cita di dalam menerima setiap berkat Tuhan.  Mintalah berkat Tuhan dan kuasa untuk menikmatinya sehingga ada kesaksian di dalam setiap menerima berkat itu. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (27022012)  

Senin, 20 Februari 2012

JANGAN MURTAD


Ibrani 3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

Betapa sedih rasanya ketika melihat seorang umat Tuhan meninggalkan kepercayaannya dan beralih kepada agama lain hanya  dikarenakan pangkat, jabatan, kekuasaan dan rumah tangga. Kita menjadi sedih dikarenakan hilangnya seorang saudara di dalam Kristus yang telah lama berjuang di tengah kekacauan dunia ini. Melihat dan mendengar hal demikian sedikit banyak membuat kita menjadi miris, sedih, goyah, bingung dan menjadi ragu-ragu. Kita lantas bertanya dalam hati, apakah dia akan selamat?

Ketika seorang menjauh dari Yesus apalagi sampai menyangkaliNya, maka orang tersebut kelak  tidak akan memperoleh keselamatan  dan tidak akan masuk Sorga. Sewaktu manusia meninggalkan dunia ini dan berada di dalam penghakiman, Tuhan Yesus tidak akan mengakui dirinya sebagai muridNya lagi. Karena firman Tuhan berkata bahwa setiap orang yang mengakui Yesus di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Tuhan. (Lukas 12:8). Setiap orang yang menyangkali bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan beralih kepada kekuatan lain, maka Tuhan tidak akan membela dia lagi.  

Inilah yang akan selalu terjadi di dalam diri anak-anak Tuhan yang membangkang dan menyangkal Yesus Kristus sebagai Tuhan. Jangankan pengharapan keselamatan di Sorga akan diterima kelak, selama hidup di dunia saja masalah-demi masalah tidak akan dapat terselesaikan dengan baik. Selama seseorang yang telah menyangkali imannya tidak mau bertobat dan kembali kepada Bapa, maka pemulihan tidak akan dapat terjadi. Masalah demi masalah akan menimpa dan terasa begitu berat. Kepada orang yang telah meninggalkan Tuhan dan menyangkali Yesus sebagai Tuhan, Dia akan berkata:  “Tetapi kamu telah meninggalkan Aku dan beribadah kepada allah lain; sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi”. (Hakim-hakim 10:13). Sama seperti yang dialami oleh Yudas Iskariot, dimana setelah menyangkali  iman dan menjual Yesus dia tidak bertobat dan pada akhirnya mati secara mengenaskan. (Kisah 1:18). Oleh karena itu, mari kita untuk tidak menyangkali iman kepada Yesus Kristus. Percayalah bahwa pangkat, jabatan, harta, kekayaan dan lain sebagainya tidak akan lari daripada kita apabila kita tetap setia kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (17022012)







TIDAK ADA RENCANA TUHAN YANG GAGAL


Ayub 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Ada sebuah lagu yang mungkin sering kita senandungkan yang berbunyi : “Banyak perkara yang tak dapat kumengerti, mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini. dst” Lagu ini mengisyaratkan kepada kita semua bahwa kita tidak dapat mengerti arti kehidupan yang sedang kita jalani. Kita tidak dapat mengerti mengapa sebuah kejadian harus terjadi di dalam hidup kita. kita tidak dapat mengerti mengapa kita harus mengalami semua hal yang tidak mengenakkan di dalam hidup kita. Jalan-jalan Tuhan begitu sulit untuk dipahami.

Syair lagu ini juga bisa  menceritakan keadaan Ayub yang tidak dapat dimengertinya. Andaikata Ayub masih hidup ketika lagu ini menjadi terkenal, mungkin dia akan menyanyikan lagu ini. Mengapa kekayaannya habis ludes dihantam badai? Mengapa anak-anak Ayub mengalami kematian yang tragis? Mengapa  Ayub harus menderita sakit penyakit? Mengapa istrinya harus mengatai-ngatainya? Mengapa dan mengapa? Sejumlah pertanyaan pasti dilontarkannya dan tak satupun yang akan bisa dijawabnya dengan baik.

Kita yang terbatas tidak akan dapat mengerti rencana Tuhan yang tak terbatas. Firman Tuhan mengatakan di dalam  Roma 11:33 : “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Tuhan! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”  Kita tidak dapat mengetahui secara pasti jawaban dari pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana kehidupan kita kelak. Kita tidak dapat mengetahui secara pasti rencana-rencana Tuhan atas hidup kita. Hanya satu yang dapat kita pahami dari Tuhan yaitu bahwa Dia peduli kepada umatNya dan tidak ada satupun rencana Tuhan yang gagal dalam hidup kita. Kita dapat melihat bahwa seberat apapun masalah yang dialami oleh Ayub, Tuhan peduli kepada dia dengan melarang Iblis untuk mengambil nyawanya (Ayub 2:6) dan pada akhirnya dia dipulihkan. Tuhan peduli kepada umatNya dan Dia tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan manusia (1 Korintus 10:13). Sekarang bagi saudara yang mungkin berbeban berat dan memiliki masalah yang belum terselesaikan, mari datang kepada Yesus dan yakinlah bahwa Dia peduli kepada kita dan Dia akan memberikan jalan keluar bagi masalah yang ada serta tidak ada rencana Tuhan yang gagal bagi kehidupan umatNya. Terpujilah nama Tuhan. Amin (21022012)