Markus 10:17 ¶ Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Kekalahan Tim Sepakbola Nasional Indonesia melawan Malaysia yang sangat telak 3-0 pada hari minggu tanggal 26 Desember 2010 di stadion Abdul Jalil Malaysia, telah membuat masyarakat Indonesia menjadi kecewa. Betapa tidak, selama berlangsungnya kompetisi sepakbola ini, Timnas Indonesia amat diidolakan oleh semua masyarakat Indonesia terlebih-lebih dapat masuk ke final dengan begitu baik. Kemenangan demi kemenangan di peroleh dan sanjungan demi sanjungan diterima. Ada begitu banyak orang antusias melihat perkembangan sepak bola Indonesia sampai orang yang tadinya tidak suka menonton bola menjadi suka untuk menonton. Namun, sanjungan, pujian dan mengidolakan mereka sedemikian rupa, ternyata membuat terlena atau dengan istilah lainnya lupa daratan yang akhirnya membuat mereka mengalami kekalahan yang telak.
Tuhan Yesus juga pernah menerima pujian dan sanjungan dari pengikutNya. Sebelum bertanya, muridNya bertelut di hadapan Yesus dan menyanjungNya dengan mengatakan bahwa Dia baik. Yesus yang berperan sebagai manusia pada saat itu memandang bahwa pujian itu tidak pantas disampaikan kepadaNya. Yesus tahu bahwa apabila Dia menerima pujian itu berarti Dia telah mengajar muridNya untuk memberikan pujian kepada manusia sehingga Dia mengarahkan para pengikutNya agar tidak mengidolakan manusia, tetapi mengidolakan Tuhan. Tuhan-lah yang pantas dipuji, Tuhan lah yang pantas ditinggikan. Yesus memberikan contoh yang baik dengan mengajak para muridNya untuk memberikan pujian terbaik kepada Tuhan. Ketika Yesus dipuji dan disanjung, Dia tidak lupa daratan.
Pujian dan sanjungan sering kali diberikan kepada seseorang yang berhasil, seorang yang sukses, seorang yang memberikan nama harum, seorang pejabat, seorang yang berpengaruh dan lain sebagainya. Pujian bisa membuat orang menjadi lebih bersemangat lagi di dalam melakukan segala hal, tapi pujian sering kali bisa membuat orang terjatuh. Kita sebagai umat Tuhan harus bisa memahami hal ini agar kita tidak terbuai dengan segala pujian dan sanjungan yang diterima. Ketika menjadi pejabat di suatu instansi pemerintah atau swasta, tidak haus dengan pujian dan penghormatan dari bawahan yang bisa membuat kita terlena. Ada begitu banyak para pejabat atau petinggi jatuh hanya gara-gara pujian. Pujian dan sanjungan tidak hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi bisa juga dalam bentuk lain. Dalam suatu pesta ulang tahun Herodes, dia terlena dengan pujian yang diberikan oleh putri Herodias dalam bentuk tarian sehingga Herodes bersumpah akan memberikan apa saja permintaan dari putri Herodias. (Matius 14:1-12). Ketika memiliki kekuasaan, ketika menjadi pemimpin atau pejabat dan lain sebagainya, kita tidak lepas dari sebuah pujian dan sanjungan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Ada begitu banyak bentuk sanjungan yang dapat membawa kita kepada kejatuhan seperti uang, harta dan perempuan ataupun laki-laki. Pejabat jatuh dalam skandal perselingkuhan dengan perempuan lain karena tidak tahan terhadap sanjungan dan pujian dari seorang perempuan. Pemimpin jatuh dalam skandal korupsi dan kolusi karena terlena dengan iming-iming uang ratusan juta bahkan milyaran rupiah yang akan menjadi miliknya. Seorang idola jatuh dan gagal memenuhi harapan para penggemarnya karena terlena dengan pujian yang diberikan oleh para penggemar sehingga tidak lagi menjaga fisik dan mentalnya untuk siap bertanding. Oleh karena itu, mari kita tidak menjadi terlena dengan segala pujian yang diberikan orang lain dan ketika menerima pujian dan sanjungan dari teman atau bawahan ataun penggemar, kita kembalikan segala pujian itu kepada Tuhan yang adalah pemilik pujian itu. Kita tidak berhak untuk menerima pujian karena segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.(Roma 11:36). JANGAN LUPA DARATAN ketika menerima pujian dan sanjungan. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (27122010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar