Selasa, 28 Desember 2010

TERSINGGUNG? NGAPAIN JUGA

I Samuel 17:28  Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran."

Pernahkah saudara merasa disepelekan atau diremehkan oleh orang lain sehingga merasa kecil hati, tawar hati atau tersinggung? Disepelekan dalam hal kemampuan, disepelekan dalam hal kualitas, disepelekan dalam hal jabatan, disepelekan dalam hal  kekayaan, disepelekan dalam hal pelayanan dan lain sebagainya membuat ciut nyali kita. Karena disepelekan dan diremehkan kita tersinggung dan pada akhirnya tidak mau melakukan apa  yang menjadi bagian dari rencana kita atau bagian dari rencana Tuhan. Karena tersinggung mengenai sesuatu hal, tidak mau melayani Tuhan. Karena tersinggung dengan rekan sekerja di kantor membuat kita tidak mau menolongnya, karena tersinggung dengan rekan sepelayanan membuat kita tidak mau melayani, karena tersinggung dengan gembala membuat kita pindah gereja dan lain sebagainya. Akibatnya kita menjadi tidak berarti apa-apa dan tidak melakukan apa-apa alias ngambek

Kondisi disepelekan pernah dialami Daud ketika terjadi pertempuran antara bangsa Israel dan bangsa Filistin. Ketika itu, Daud yang masih muda, masih imut-imut, masih polos, masih belum memiliki pengalaman bertempur, masih bertugas menggembalakan domba 3 ekor dan lain sebagainya datang ke medan pertempuran untuk ikut menghadapi Goliath. Dengan kepercayaan tinggi karena dia mempunyai  keyakinan bahwa Tuhan bersama dengannya, datang dan bertanya mengenai orang Filistin yang telah berani mencemooh orang Israel. Namun Eliab kakaknya memarahi dan mencemoohkan dia dengan mengatakan : “mengapa engkau datang?” Suatu nada yang menyepelekan dan meremehkan kedatangan dan keberadaannya.

Disepelekan dan diremehkan memang tidak enak karena bisa membuat kita tersinggung. Ketersinggungan ini bisa menjadikan kita tidak melakukan segala rencana yang sudah disusun. Ketika mengutarakan suatu niat baik untuk menolong seseorang, orang lain menganggap bahwa ide tersebut tidak baik dan mencemooh kita. Ketika berbicara mengenai firman Tuhan kepada orang lain, dianggap sebagai orang yang sok tahu dan disepelekan karena bukan seorang pendeta atau dianggap tidak memiliki kompetensi di bidang teologia. Ada banyak hal yang membuat kita merasa disepelekan dan diremehkan orang lain yang dapat membuat perasaan kita tersinggung. Ide tidak diterima, niat baik tidak ditanggapi, bantuan tidak diterima, dilecehkan karena belum berpengalaman, masih muda, tidak memiliki pendidikan yang tinggi dan lain sebagainya.   Namun satu hal perlu dipahami bahwa sebagai umat Tuhan, kita harus belajar untuk berjiwa besar dan dapat menerima kenyataan pahit disepelekan dan diremehkan orang lain, karena orang besar lahir dari orang yang berjiwa besar. Tidak ada orang besar, orang berhasil dan orang sukses, lahir dari orang yang berjiwa kerdil, mudah mengambek dan mudah tersinggung.  Kita adalah seorang yang besar, seorang pemenang bahkan lebih dari orang-orang yang menang (Roma 8:37). Untuk menjadi seorang yang besar, menjadi seorang pemenang, menjadi sang juara, kita harus fokus kepada hal  yang ada di depan dan bukan kepada hal di belakang kita serta tidak terfokus kepada diri sendiri tetapi berfokus kepada maksud dan rencana Tuhan di dalam hidup kita. Di dalam melaksanakan tugas dan panggilan Tuhan kepada kita, kita tidak memusingkan soal-soal diri sendiri dengan mengatakan :”mengapa hal ini  terjadi padaku?”, “Apa yang akan terjadi pada diriku?”, “Mengapa orang menyepelekanku?”, “mengapa orang tidak mendengarkanku?” dan lain sebagainya. (2 Timotius 2:4). Tetapi seperti Daud, ketika akan memenuhi panggilan Tuhan untuk menghancurkan bangsa Filistin disepelekan oleh kakaknya sendiri, tidak menjadi ciut nyalinya dan tidak menjadi tersinggung hatinya yang dapat membuatnya batal untuk melaksanakan rencana Tuhan, demikian juga kita hendaknya dapat berlaku seperti itu. Kita fokus pada panggilan Tuhan terhadap kita, fokus kepada tujuan yang ingin dicapai, dan tidak mudah tersinggung ketika ada orang yang meremehkan dan menyepelekan serta mentertawakan kita. Mari maju terus bersama dengan Tuhan dan lakukanlah tugas dan panggilanNya dengan berjiwa besar. Tersinggung? Ngapain juga. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (29122010).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar